SELAMAT DATANG
Tuhan Yesus memberkati anda.
Sabtu, 29 November 2014
Alfa Omega: Mengapa orang Kristen memakan, makanan haram?
Kamis, 10 Juli 2014
Kamis, 19 Januari 2012
Aktifkan Pekerjaan Roh Kudus
Sadarkah saudara bahwa korban Kristus tidak berhenti pada saat anda diselamatkan? Sebenarnya keselamatan hanya suatu awal dari perjalanan rohani kita, bukan akhir.
Bacaan kita hari ini diambil dari kitab Efesus 1:15-23
Roh Kudus tidak pernah berhenti bekerja; Ia terus bekerja di dalam hidup kita supaya nyata kuasa Kristus. Tugasnya adalah memanifestasikan Kristus di dalam hidup kita, sebab Roh Kudus yang ada pada kita mempunyai tugas untuk menyingkapkan kebenaran kepada kita, yaitu Kristus sendiri.
“dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” (Efesus 1:17)
Jika sikap hati kita tidak benar, yaitu tidak tertuju sepenuhnya kepada kebenaran maka hidup kita akan penuh dengan beban dan dosa. Roh Kudus lalu tidak dapat lagi menyingkapkan kebenaran Tuhan. Jika hal ini terjadi, maka kepenuhan Kristus tidak akan terwujudkan dalam hidup kita.
“Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus” (Efesus 1:18)
Firman Tuhan menuliskan bahwa kuasa Tuhan yang ada pada Kristus, yaitu kuasa kebangkitan-Nya juga tersedia bagi kita. Jika kuasa Kristus termanifestasikan atas hidup kita, maka kita akan mengalami suatu kemenangan demi kemenangan.
Untuk itu janganlah kita mematikan pekerjaan Roh Kudus. Di saat Roh Kudus membukakan kebenaran-Nya biarlah kita mau menurut dan tidak menghentikan aktifitas-Nya dalam kita.
“Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Efesus 1:13-14)
Janganlah berhenti bertumbuh. Jika hari ini kita telah mematikan pekerjaan Roh Kudus, biarlah kita hidupkan kembali aktifitas Roh Kudus dalam kita. Bagaimana caranya? Dengan mengimani pengharapan kita kembali kepada Tuhan Yesus. Biarkanlah Roh Kudus terus bekerja di dalam hidup kita dan injinkanlah Dia untuk membawa kita berjalan dalam segala kebenaran-Nya.
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibrani 12:1-2)
Biarlah hari ini boleh menjadi suatu titik balik dalam hidup kita, dan kembali aktifkan pekerjaan Roh Kudus.
Ijinkanlah Roh Kudus membawa kita ke segala kebenaran, dan menjadikan hidup kita dari yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa!
Yesus Datang Membawa Kesembuhan dan Kelimpahan
Hari-hari ini kita sedang dibawa oleh Tuhan untuk masuk di dalam suatu Kehidupan yang Berkelimpahan di dalam segala hal, yaitu kelimpahan di dalam kasih - sukacita - damai sejahtera - ketenangan - ketentraman - kesehatan yang baik - dan berkat secara materi. Karena Tuhan Yesus datang untuk membawa kelimpahan dan juga kesembuhan. Dan Dia memberikan kunci kepada kita supaya yang sakit disembuhkan dan mengalami mujizat yang luar biasa hari-hari ini.
KESEMBUHAN TERJADI SETELAH API TUHAN TURUN
Pada waktu Kerajaan Israel diperintah oleh Raja Ahab, dia sangat menyakitkan hati Tuhan melebihi raja-raja sebelumnya (1 Raja-raja 16:30). Yang dilakukan Raja Ahab:
1. Menikah dengan Izebel dan percaya kepada Baal, sehingga orang-orang Israel pun menyembah kepada Baal (1 Raja-raja 16:31). Hal ini sangat menyakiti hati Tuhan, tetapi masih ada tujuh ribu orang Israel yang tidak pernah menyembah Baal (1 Raja-raja 19:18).
2. Membuat mezbah untuk Baal di kuil Baal, di Samaria (1 Raja-raja 16:32).
3. Membuat patung Asyera (1 Raja-raja 16:33).
Semua tindakan Raja Ahab ini sangat menyakiti hati Tuhan, sehingga Tuhan mengirim Elia. Apa yang dilakukan Elia?
1. Elia berdoa supaya orang Israel bertobat.
2. Elia bertanya kepada Tuhan: “Tuhan, apa yang akan Engkau lakukan?” Dan Tuhan menjawab: “Aku akan mendatangkan kekeringan.”
3. Elia berdoa untuk kekeringan, dan doa ini pasti dijawab Tuhan karena sesuai dengan kehendak Tuhan.
4. Elia bernubuat: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja-raja 17:1). Elia berani menyatakan hal ini, karena memang ini rencana Tuhan.
Dan memang benar, selama 3½ tahun hujan tidak turun. Bangsa Israel menderita dan mengalami kesakitan, sehingga mereka memerlukan kesembuhan. Dan kesembuhan terjadi setelah api Tuhan turun, orang-orang Israel bertobat dan mereka disembuhkan Tuhan.
MEMPERBAIKI MEZBAH TUHAN YANG TELAH DIRUNTUHKAN
Apa yang dikerjakan Elia sehingga api Tuhan turun? 1 Raja-raja 18:30, “Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: 'Datanglah dekat kepadaku!' Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.”
Elia memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan. Kemudian api Tuhan turun, sehingga orang Israel bertobat dan kesembuhan terjadi. Ini merupakan pesan Tuhan yang akan terus Tuhan ingatkan kepada kita: “Tuhan mau kita memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan”. Apakah kita memerlukan kesembuhan dan mujizat Tuhan? Tuhan berpesan untuk kita memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan.
ARTI MEZBAH
1. MEZBAH ADALAH TEMPAT PERTEMUAN ANTARA MANUSIA DENGAN TUHAN.
Mezbah adalah tempat penyembahan, di sini manusia menaikkan doa-doa kepada Tuhan dan Tuhan mencurahkan berkat-Nya. Di dalam 1 Raja-raja 18:36-37 setelah Elia membuat mezbah dia mulai berdoa supaya api Tuhan turun. Mari kita memperbaiki doa dan penyembahan kita kepada Tuhan. Hari-hari ini kita merasakan hadirat Tuhan turun begitu kuat. Kita semua adalah penyembah-penyembah Tuhan, tetapi penyembahan itu sendiri ada arti luas dan arti sempitnya. Arti sempit “penyembahan” adalah pertemuan kita dengan Tuhan, kita merasakan hadirat Tuhan. Apakah setiap kali menyembah Tuhan kita selalu merasakan hadirat Tuhan? Kadang-kadang kita berbahasa roh, tetapi sebenarnya kita kurang merasakan hadirat-Nya. Hari-hari ini kita perbaiki penyembahan kita, dan Tuhan mau kita merasakan hadirat-Nya.
“Hadirat-Nya membawa kesembuhan” itulah tema kaset lagu-lagu yang Tuhan berikan kepada Bapak Gembala. Di tengah-tengah Healing Movement seperti ini Tuhan memberikan lagu-lagu, karena Tuhan mau Bapak Gembala memberikan korban kepada Tuhan. Tuhan menyuruh Bapak Gembala sendiri yang membiayai seluruh pembiayaan rekamannya, dan setelah menjadi master maka Bapak Gembala mempersembahkannya untuk SCCC (Sentul City Convention Center). Inilah yang Tuhan mau, sebab hari-hari ini mujizat dan kesembuhan dari Tuhan sedang terjadi. Dan melalui lagu-lagu ini Tuhan akan bekerja secara luar biasa.
2. MEZBAH ADALAH TEMPAT MELAKUKAN PEPERANGAN ROHANI.
Elia menantang nabi-nabi Baal untuk bertanding (mengadakan peperangan secara rohani) untuk “membuktikan siapa Allah yang sebenarnya”. Untuk itu Elia menantang nabi-nabi Baal itu: “baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Aku pun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api. Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah [yang sebenarnya]!” (1 Raja-raja 18:23-24).
Dan tantangan Elia ini diterima oleh nabi-nabi Baal, untuk itulah Elia membuat mezbah.
Jadi mezbah itu berbicara tentang tempat melakukan peperangan rohani. Dan pesan Tuhan kepada kita semua adalah: “Apakah kita mau mengalami Hidup yang Berkelimpahan di dalam segala hal? Apakah kita mau memenangkan peperangan rohani? Apakah kita mau mengalami kesembuhan dan mujizat Tuhan?” Kita harus memperbaiki cara-cara melakukan peperangan rohani.
3. MEZBAH ADALAH FONDASI / TEMPAT KORBAN DILETAKKAN.
1 Raja-raja 18:32-33, “Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih. Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.”
Mezbah adalah fondasi / tempat korban diletakkan. Sebenarnya tubuh kita adalah mezbah dimana korban diletakkan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Kita diminta untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Korban adalah sesuatu yang menyakitkan dan kadang-kadang tidak enak, tetapi itulah yang Tuhan mau untuk kita persembahkan kepada-Nya.
Pesan Tuhan kepada kita adalah: kita memperbaiki cara-cara kita mempersembahkan korban kepada Tuhan.
4. MEZBAH berbicara tentang UNITY.
1 Raja-raja 18:31-32a, “Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. -Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: 'Engkau akan bernama Israel.'-- Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN”.
Elia membuat mezbah dari 12 batu yang menggambarkan 12 suku Israel. Mezbah berbicara tentang unity. Kita memperbaiki unity kita kalau kita mau mengalami mujizat dan disembuhkan Tuhan. Unity antara suami isteri - orang tua dan anak - antar keluarga - teman di dalam gereja - gereja dengan gereja - denominasi dengan denominasi.
Empat hal di atas adalah kunci, dan Tuhan sudah berjanji kalau kita melakukannya maka Tuhan akan membawa kita masuk di dalam Kehidupan yang Berkelimpahan di dalam segala hal, supaya kita mengalami mujizat dan kesembuhan.
MELAKUKAN PEPERANGAN ROHANI
Tuhan mau kita memperbaiki cara-cara kita melakukan peperangan rohani dan kita semua menjadi pemenang, karena kita lebih daripada pemenang.
Ketika orang Israel masuk ke Tanah Perjanjian maka mereka harus melakukan peperangan untuk merebut tanah yang sudah Tuhan berikan. Mereka pasti memenangkan peperangan selama mereka berperang sesuai dengan cara-cara Tuhan, meskipun cara-caranya sering tidak masuk akal.
Tanah Perjanjian berbicara tentang Hidup Ber-kelimpahan di dalam segala hal. Kita harus merebutnya dengan cara melakukan peperangan secara rohani. Kita pasti memenangkan peperangan itu selama kita berperang dengan cara-cara Tuhan, meskipun kadang-kadang cara-cara Tuhan itu tidak masuk akal.
Kuasa Untuk Memberkati
Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.
3 Rahasia dimana dalam kesulitan, kuasa untuk memberkati tidak pernah hilang.
A) Kuasa untuk memberkati melalui perkataan.
Amsal 18:21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya
Matius 8:3
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
Kej 27:27-29
(27) Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
(28) Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.
(29) Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.
Banyak keluarga yang membeda-bedakan kasih, seharusnya tidak terjadi. Ribka menanggung kutuk, supaya Yakub diberkati Ishak. Kalau Tuhan punya rancangan kepada kita, pasti akan terjadi.
Menjadi kepala tidak harus yang paling besar, tetapi kalau ada promosi dari Tuhan, maka kehormatan akan ada padanya.
3 Berkat yang diucapkan Ishak kepada Yakub:
1. Berkat Materi
2. Berkat Kehormatan
3. Berkat pembelaan
Sekali Allah berkata, tidak dapat dibatalkan. Berkat yang telah diucapkan tidak akan dapat dicabut kembali.
Kej 27: 39-40
(39) "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas.
(40) Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."
Yer 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Kunci kebenaran firman Tuhan, ada pada ayat 40b, yang berusaha sungguh-sungguh, pasti suatu saat akan berhasil.
Kej 33:9
Tetapi kata Esau: "Aku mempunyai banyak, adikku; peganglah apa yang ada padamu." Esau juga diberkati Ishak bukan hanya Yakub.
B) Ucapan harus disertai Iman
Ibr 11:4
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
Ishak bisa memandang jauh kedepan. Ia memberkati kedua anaknya dengan iman.
Yesus tidak bisa melakukan banyak mujizat akibat kurangnya iman.
Matius 13:58
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ
Bagian kita adalah memperkatakan dengan iman, tetapi waktu adalah waktuNya Tuhan. Do your best and He’ll make the rest.
Kalau Tuhan sudah menyatakan kehendakNya, tidak ada yang dapat menghalangi.
C) Ucapan harus disertai kerendahan hati (pengampunan)
Sisa berkat untuk Esau sudah tidak ada. Tetapi Esau mau mengampuni adiknya, Yakub. Dia telah dua kali ditipu oleh Yakub. Firman Tuhan berkata hukum tabur-tuai. Yakub yang begitu licik tapi dia ketemu laban yang lebih licik.
Yer 17:11
Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal
Kalau anda telah mengambil langkah yang tidak benar, maka lebih baik lakukan seperti Zakheus, bertobat dan mengembalikan yang bukan haknya.
Kejadian 33:4
Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.
Kejadian 33:10
Tetapi kata Yakub: "Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkau pun berkenan menyambut aku.
Esau telah begitu rendah hati, dia memeluk adiknya. Esau mengalami suatu pemulihan, dia mengambil keputusan tidak lagi membenci adiknya, tetapi mau mengampuninya. Ayub dipulihkan juga setelah dia mengampuni teman-temannya.
Keputusan untuk diberkati ada ditangan saudara, Tuhan merancangkan berkat, kenapa yang diterima kutuk? Berkat tidak lagi tergantung Tuhan tetapi tergantung hati kita. Abraham juga sama, karena dia penuh dengan kerendahan hati, yang keluar dari mulutnya hanyalah ”forgive.”
Senin, 13 Juni 2011
PENIPU CANTIK
Dikirim kepada Anda oleh Debora melalui Pustaka Google:
08 Juni 2011
"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." (1 Petrus 4:10)
Sekitar 2 bulan lalu, koran-koran dan televisi dipenuhi dengan pemberitaan mengenai dua kasus penipuan yang berskala besar hingga mencapai milyaran rupiah. Secara kebetulan kedua tersangka ini merupakan wanita yang didaulat berparas cantik dan memiliki kemampuan berhubungan dengan orang/ people skill yang sangat mahir. Bahkan salah satunya merupakan pegawai sebuah Bank Asing ternama dengan jabatan yang sangat tinggi.
Dari berbagai pemberitaan dan kesaksian orang yang mengenal atau bahkan korban dari kedua penipu cantik ini, tercermin jika kemampuan mereka untuk meyakinkan orang-orang di sekitarnya sangatlah hebat. Jika saja mereka mempergunakan kebolehannya ini untuk suatu pekerjaan sales atau marketing yang benar, diyakini jika mereka akan sangat sukses. Tetapi ketika kemampuan mereka ini dipakai di jalur yang salah bukannya kesuksesan jangka panjang, tetapi reputasi mereka akan hancur dan akan menjalani hukuman yang tidak sebentar.
Sahabat NK, seringkali kita minta Tuhan memberi atau menambahkan karunia Roh dalam hidup kita, namun apakah sudah disadari fungsi dari pemberian itu? Bukankah seharusnya kita menggunakannya bagi kepentingan kerajaan Allah? Karunia diberikan untuk menunaikan tugas dan panggilan tertinggi Anda dari Tuhan Yesus yang memberi kehidupan ini, jadi mulailah bergerak dan pakailah di jalur yang benar. Bukan untuk kepentingan sendiri tapi hanya untuk Tuhan. [RT]
BACA: 1 Petrus 4:10-11
PERENUNGAN: Bagaimana agar Anda didapati sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah?
PENERAPAN: Mulailah lihat kebutuhan orang-orang di sekeliling Anda, apakah yang dapat Anda lakukan bagi mereka?
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan dari sini:
- Berlangganan untuk Catatan Facebook Renungan Harian "Nilai Kehidupan" menggunakan Google Reader
- Lakukan persiapan menggunakan Pustakan Google untuk mengikuti perkembangan semua situs favorit Anda dengan mudah
Selasa, 07 Desember 2010
Misi Penyelamatan
Sent to you by Debora via Google Reader:
Sebelum ke surga, ada tugas yang Yesus perintahkan, yaitu misi. Misi berupaya menjangkau jiwa dengan tiga strategi bertahap, yaitu penginjilan, penjadian, pengajaran (Matius 28:19-20; Markus 16:15; Lukas 24:45-49; Kisah Para Rasul 1:8).
Penginjilan adalah "pergi, "beritakan Injil, pertobatan dan pengampunan" kepada segala bangsa. Penginjilan dimulai dari Yerusalem (kota), Yudea, Samaria (daerah), ujung Bumi (dunia). Misi dimulai dari satu kota meluas ke kota lain yang sedaerah. Kemudian meluas ke kota lain yang berbeda daerah. Pola misi adalah meluas cakupannya, menjelajahi setiap daerah, dan menembus jarak kultural.
Mereka yang menginjil diperlengkapi perlengkapan rohani dari Roh Kudus (Lukas 24:49; Kisah Para Rasul 1:8). Manifestasi kuasa-Nya luar biasa sehingga mampu mengusir setan, berbahasa baru, memegang ular, tidak celaka meski minum racun, menyembuhkan orang sakit (Markus 16:17-18). Semula, kuasa itu diterima para rasul, kemudian, orang percaya. Karena percaya, para penerima Injil kelak menjadi pemberita Injil sehingga perlu diperlengkapi. Jadi penginjilan dan perlengkapan rohani tidak terpisahkan. Keduanya saling melengkapi.
Penjadian adalah "jadikan". Pada tahap ini ada dua tanggapan berbeda, yaitu menerima atau menolak Injil. Mereka yang menerima menjadi murid, bertobat, diampuni, dan diselamatkan. Mereka yang tidak percaya dihukum.
Pengajaran adalah "baptislah" dan "ajarlah". Pengajaran dikhususkan kepada para penerima Injil. Mereka diajar supaya memercayai Injil sehingga bersedia dibaptis sebagai tanda percaya. Mereka juga diajar supaya menaati perintah-Nya. Dengan misi, ada tiga hasil yang diperoleh, yaitu kuantitas, kualitas, dan kapasitas. Kuantitasnya adalah jumlah orang percaya yang mengikut dan menyembah Allah kian bertambah. Kualitasnya adalah mereka mampu memberitakan Injil dan mengajar, memuridkan orang yang dapat dipercaya untuk menginjil dan mengajar serta memperlengkapi diri dengan perlengkapan rohani. Kapasitasnya adalah mereka menjadikan dirinya sebagai pemberita dan pengajar Injil.
Tujuan akhir dari semua itu adalah:
a. Banyak orang bertobat, diampuni, dan diselamatkan;
b. Mata rantai misi terus berkesinambungan dari generasi ke generasi,
c. Munculnya pemberita dan pengajar Injil yang sudah dikader.
Marilah kita melayani Tuhan dengan turut ambil bagian dalam Misi Penyelamatan-Nya bagi Kemuliaan Nama-Nya sebagai Tuhan Allah kita. Haleluya!
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
(Sumber: Renungan Malam, April 2009)
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Selasa, 30 November 2010
TRAGEDI
--- On Fri, 11/26/10, Renungan Harian Kita <youleeanna@gmail.com> wrote:
| |||||||
Hindari Emosi Negatif
Sent to you by Debora via Google Reader:
"Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku." (Mazmur 34:5)
Para ahli ilmu pengetahuan menemukan bahwa setiap orang mengembangkan sel-sel bersifat kanker dalam tubuhnya setiap minggu. Tetapi dalam sistem kekebalan luar biasa yang Tuhan telah berikan kepada kita, kita mempunyai sel-sel yang disebut sebagai "sel-sel pembunuh alami". Sel-sel ini dirancang untuk secara khusus menyerang dan menghancurkan sel-sel abnormal. Penelitian memperlihatkan bahwa ketakutan, kekhawatiran, kegelisahan, tekanan, dan emosi-emosi negatif lainnya sebenarnya melemahkan sel-sel pembunuh alami tersebut.
Jika Anda menjalani kehidupan dengan tegang dan tertekan, Anda akan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda sendiri, dengan membuat diri lebih rentan terkena penyakit dan wabah.
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
(Sumber: Buku "Your Best Life Now" - Joel Osteen/Immanuel)
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Mengenalkan YESUS
Sent to you by Debora via Google Reader:
Bacaan Firman TUHAN: Matius 4:18-22
Andreas adalah seorang nelayan yang berasal dari Betsaida di Galilea. Ia menjadi murid Yohanes Pembaptis dan kemudian mengikuti Yesus. Ia membawa saudaranya Petrus kepada Yesus. Ia juga menunjuk anak yang membawa roti dan ikan kepada Yesus memberi makan kepada lima ribu orang. Waktu beberapa orang Yunani ingin bertemu Yesus, Filipus dan Andreas yang menyampaikan keinginan mereka itu kepada Yesus.
Apa yang dilakukan oleh Andreas patut kita tiru. Andreas membawa orang kepada Yesus. Ia juga mengajak saudaranya untuk mengikuti Yesus dan akhirnya ia juga membantu orang yang ingin bertemu dengan Yesus. Mengapa Andreas tanpa ragu membawa orang kepada Yesus? Tentu bukan karena iming-iming Yesus untuk menjadikan mereka penjala manusia. Tetapi terutama karena ia tahu siapa Yesus. Yesus adalah Tuhan, yang hadir di tengah uamt dan mewujudkan karya baik Allah bagi keselamatan manusia.
Siapapun yang mengikuti Dia, orang itu akan menemukan keselamatan dan kedamaian hidup. Itulah sebabnya tanpa ragu-ragu, Andreas mengantar orang-orang kepada Yesus untuk percaya kepada-Nya dan bersedia mengikuti jejak langkah Yesus mewujudkan keselamatan di bumi.
Apa yang dilakukan Andreas itu diharapkan juga menjadi gerak hati kita. Kita juga dipanggil untuk membawa orang kepada Yesus, agar mereka mengenal Yesus, percaya kepada-Nya, menjadi murid-Nya dan akhirnya mengalami Kasih-Nya. Banyak orang sebenarnya dengan tulus ingin mengenal Yesus, tetapi tidak ada yang memperkenalkannya. Maka janganlah ragu-ragu untuk menjadi pewarta kabar sukacita-Nya di dalam keluarga dan lingkungan hidup kita.
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
(Sumber: FX. Sugiyana Pr)
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Selasa, 16 November 2010
» Saya DiPERLIHATKAN RUMAH «
Sent to you by Debora via Google Reader:
» Saya DiPerlihatkan
RUMAH «
Kejadian Penglihatan ini di
tahun 2009 ,,,, Saya
diperlihatkan melalui
mimpi :
Saya mendatangi sebuah
Rumah Baru ... Cukup
besar & lumayan cantik .
Saya memasuki Rumah itu,
karena saya tahu bahwa itu
RUMAH BARU saya.
Saya merasa senang
dengan RUMAH BARU saya,
& tiidak ingin pulang
kerumah saya sekarang ini.
Saya merasa MAU
TINGGAL di RUMAH BARU
saya itu.
Saat hati ini merasa MAU
TINGGAL DiRUMAH BARU
itu,....ROH KUDUS berbicara
padaku, kata NYA :
Belum Waktunya kamu
tinggal diRUMAH ini, sebab
Coba kamu lihat RUMAH
mu ini BELUM ADA
PERABOTNYA ...
*Saya mencari meja makan
>> Tidak Ada
*Saya mencari tempat tidur
>> Tidak Ada.
*Saya mencari Kursi tamu
>> TIdak Ada
*Saya mencari kulkas >>
juga tidak ada.
Saya bingung , karena
RUMAH saya tidak ada
perabotnya.
SUARA ROH KUDUS
berkata pada saya :
BALIKLAH KEMBALI - Sebab
belum waktunya
sekarang ... Dan belilah
Perabotnya. !! Saya
bertanya dalam hati :
Bagaimana caranya beli
perabot didunia , terus
dibawa kesurga ???
Jawab SUARA itu : Dengan
MELAYANI TUHAN &
BERANI BAYAR HARGA
dalam MENGIKUT
TUHAN .... Engkau mengisi
RUMAH mu ini !!!
Selanjutnya.......
Saya dibawah masuk 1
Rumah yang sedang
besarnya, dindingnya
dilapisi berlian ,,,,, tapi
sayang RUMAH itu Banyak
Laba Laba nya -- Kotor tidak
terawat & Gelapp.
Saya melihat kedinding
RUMAH itu .... Saya heran
sebab BERLIAN BERLIAN
nya pada lepas dan jatuh
dilantai, tidak dipedulikan
sama sekali. RUMAH itu
menjadi sangat tua, dan
menakutkan. SUARA ROH
KUDUS berkata padaku :
Beritau Umat KU.....
Kebencian - Kemarahan -
Kekecewaan - Keduniawian
- Dosa2 semua lah yang
membuat mereka TIDAK
LAYAK MEnghuni RUMAH
mereka nantinya !!
Sahabatku yang dikasihi
TUHAN .....
Mari kita mau mengerti
HATI TUHAN yang
merindukan Umatnya
masuk RUMAH yang telah
DIA siapkan, Janganlah
sampai kia sendiri
MENOLAK dengan sikap
kita. Amin
Mari sahabat ku.... Setiap
kita merindukan BERSAMA
YESUS akhirnya, oleh sebab
itu kita harus jadi PELAKU
FIRMANYA ya Amin
HambaNyA, Erna.
Tumbelaka
Things you can do from here:
- Subscribe to BLESSING FAMILY CENTRE SURABAYA using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Senin, 08 November 2010
Zona Nyaman yang Mematikan
Sent to you by Debora via Google Reader:
Pada umumnya setiap kita mengharapkan hidup yang nyaman, aman, tenang dan tidak banyak kerikil-kerikil tajam yang datang menghadang keberadaan kita. Bukan hanya itu, kita pun selalu bermimpi kapan dan bagaimana kita mengalami kesenangan dalam hidup ini? Impian ini tentunya bukanlah sesuatu yang salah, kita merasa dalam batas-batas wajar dan logis hal itu fine-fine saja. Persoalan yang timbul adalah ketika kita sudah sampai ke titik nyaman dan aman itu, maka kita merasa segala-galanya terpenuhi, tidak ada lagi yang kurang. Pada saat keadaan yang nyaman ini (comfort zone ) seringkali yang terjadi adalah kita menjadi passif, tidak berbuat apa-apa.
Pada dasarnya pola pikir yang berkembang dalam diri kita, tatkala kita nyaman dan aman yakni semua telah tersedia,buat apa lagi saya susah-susah. Memang hal ini tidak bisa dipungkiri, sekalipun dalam tataran yang masih sangat sederhana. Namun tahukah kita bahwa sesungguhnya pembunuh kreatifitas, yang mematikan karya-karya serta membuat hidup kita tidak bertumbuh adalah zona nyaman. Kita tidak menyadari, sebab secara perlahan-lahan pola pikir atau mindset kita menjadi lamban dan tidak lagi kreatif.
Salah satu hal yang dapat kita pelajari dari Alkitab mengenai hal ini yakni kitab 2 Samuel 11: 1-13. Alkitab melukiskanbahwa Daud sedang berada di zona nyaman, ia tinggal di istana dan peperangan terhadap musuh pun tidak bergitu terasa. Cukup hanya dengan memberikan instruksi kepada Yoab untuk memimpin peperangan itu, dan ia sendiri tinggal di istana. Dijelaskan dalam Alkitab bahwa pada pergantian tahun pada waktu raja-raja biasanya berperang, maka Daud menyuruh Yoab berserta orang-orangnya dan seluruh Israel untuk mengalahkan Amon, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. Daud tinggal jauh dari peperangan, suara atau dentuman perang pun tidak sampai di telinganya, bahkan pekik peperangan pun mungkin tidak sampai di telinganya. Ia nyaman dan berada di zona nyaman itu. Tapi tahukah kita apa yang terjadi dengan Daud? Saat nyaman (confort zone) itulah justru ia jatuh dalam dosa. Dikisahkan dalam pasal 11 ini bahwa ia berjalan-jalan di atas sotoh istana dan melihat seorang wanita cantik dan bernama Batsyeba sedang mandi dan tergeraklah hatinya untuk memiliki wanita itu.
Pada kedudukannya sebagai raja, maka apa yang diinginkan hati Daud, bisa tercapai. Dan alhasil, ia pun segera tidur dengan wanita itu. Mengapa hal ini sampai terjadi? Bukankah kita kenal bahwa Daud adalah seorang yang sangat exited dalam berperang? Bukankah Daud adalah tipologi orang yang tidak bisa diam apalagi dalam suasana perang?. Zona nyaman telah membuat Daud lupa pada keadaanya yang sebenarnya, bukan hanya itu zona nyaman pun melupakan dia pada tanggung jawabnya sebagai raja untuk memimpin peperangan.
Bahaya zona nyaman bisa mengakibatkan beberapa hal bagi kita, pertama membuat kita lupa kepada segala sesuatu. Lupa kepada keadaan kita, status , keluarga, bahkan bisa juga lupa kepada Tuhan. Saking nyamannya tidak ada lagi yang kita perlukan. Hati-hatilah jika keadaan itu datang menghampiri kita. Hal kedua zona nyaman pasti membutakan kita pada situasi atau keadaan yang sebenarnya. Inilah yang terjadi kepada Daud, ia seolah tidak bisa melihat bagaimana situasi sebenarnya. Hal ketiga, zona nyaman membuat kita tidak kreatif dan cenderung passif. Ini akan membunuh kita, mengapa? Karena kita tidak sadar bahwa pada akhirnya kita akan tergilas oleh arus yang sedang terjadi. Jika keadaan ini terus menerus berlanjut maka dipastikan kita pun tidak akan mampu bersaing dengan yang lain, kita cenderung menurun dalam banyak hal, bahkan prestasi yang kita hasilkan pun tidak akan memuaskan. Karena itu berhati-hatilah dengan zona nyaman. Hal yang keempat, zona nyaman membuat kita pada akhirnya tiba pada "kematian". Kematian dalam hal ini bisa diartikan secara moralitas, kerohanian atau pun batiniah. Lihat peristiwa Sodom dan Gomora, kematia rohani terjadi disana, ini salah satunya diakibatkan oleh comfort zone. Lebih lagi jika kita hubungkan dengan hal-hal rohani lainnya. Tatkala hidup semua nyaman, makanan tersedia, fasilitas lengkap, mau bepergian kemana saja bisa,dll. Bukankah hal ini menjadi sumber kematian bagi kita? Kita tidak lagi terdorong untuk berbuat apa-apa.
Confort zone, harus diwaspadai dalam diri kita. Apalagi dalam konteks kehidupan umat Tuhan. Mungkin kita perlu belajar dari sejarah gereja, bahwa ketika gereja nyaman dengan sendirinya, Allah membiarkan terjadi banyak hal sehingga umat Tuhan terus dan tetap melaksanakan misinya. Gereja ketika "comfort" kadang-kadang tidak terpacu lagi untuk melaksanakan misi. Makanya sering dalam sejarah pertumbuhan gereja Tuhan mengizinkan "penderitaan" sehingga gereja tetap bangun dan melaksanakan misi Allah. Bagi kita yang hidup dizaman ini, hati-hatilah dengan zona nyaman, jangan hal itu membuat kita lalai atau terlena. Waspadalah dengan segala keadaan itu, dan bijaklah untuk memperhatikan segala sesuatu.
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Purim Marbun using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Minggu, 07 November 2010
E-Mail dari TUHAN hari ini: "Mulailah dari dirmu sendiri"
Sent to you by Debora via Google Reader:
Anak-Ku Terkasih,
Dalam sejarah negerimu, Indonesia, ada hari Kebangkitan Nasional yang adalah masa bangkitnya kesadaran akan rasa kesatuan dan nasionalisme yang muncul pada tahun 1908. Kesadaran ini muncul ketika pahlawan negerimu Dr. Sutomo dan beberapa kawannya mendirikan perkumpulan pemuda yang bernama Boedi Oetomo. Perkumpulan ini berawal dari diskusi-diskusi beberapa pemuda yang prihatin dengan nasib bangsanya ketika itu.
Dari perkumpulan ini lama-lama berkembang menjadi kesadaran akan rasa kesatuan dan nasionalisme, yang pada akhirnya memuncak pada hari Sumpah Pemuda. Apabila engkau melihat sekilas gerakan ini muncul bukanlah dari keseluruhan rakyat Indonesia, tetapi dari beberapa orang individu yang peduli terhadap bangsa. Hal ini mirip dengan apa yang terjadi dengan bangsa Israel pada zaman hamba-Ku Nehemia.
Ketika itu bangsa Israel sedang ada dalam masa pembuangan. Sementara itu, keadaan tanah air mereka sedang dalam kesukaran besar dan sangat tercela (Nehemia 1:3). Situasi inilah yang membuat hamba-Ku Nehemia terpanggil untuk membangun kembali negerinya. Maka, mulailah ia berdoa kepada-Ku untuk mengakui segala dosa bangsanya dan meminta pimpinan-Ku agar bangsanya dapat kembali ke tanah air. Dan akhirnya, dimulai dari kerinduan seorang Nehemia, muncullah kecintaan bangsa Israel akan tanah air. Puncaknya adalah dibangunnya kembali tembok Yerusalem, simbol persatuan dan kesatuan.
Untuk membangun dan memperbaiki suatu keadaan di negerimu tidak perlu menunggu para petinggi dan pemimpinmu bergerak, juga tidak perlu menunggu pihak atau golongan tertentu mencetuskannya. Mulailah dari dirimu sendiri, di lingkungan yang paling dekat.
Bila engkau ingin memperbaiki Indonesia yang Aku kasihi juga, jangan menunggu. Engkau bisa memulainya dari dirmu sendiri.
Bapa yang mengasihi Indonesia,
TUHAN
"Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja." (Nehemia 1:11)
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Malaikat Bersukacita
Sent to you by Debora via Google Reader:
Bacaan Firman TUHAN: Lukas 15:1-32
"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." (Lukas 15:10)
Gemuruh sorak-sorai yang sangat dahsyat terdengar di sorga pada saat satu orang pendosa bertobat dan dilahirkan kembali. Kemeriahan ini dipenuhi dengan sukacita yang besar, sama seperti sukacita yang terjadi di kamar bersalin saat seorang ibu melahirkan bayi mungilnya. Saat-saat penuh penantian dan pengharapan tergenapi dengan terdengarnya tangisan seorang bayi. Sukacita memenuhi hati kedua orang tuanya. Seorang petobat adalah memiliki status bayi secara rohani yang harus diberikan nutrisi rohani yang baik juga.
Pada hari ini, mari kita kembali mengingat orang-orang yang kita kenal yang belum lahir baru. Mungkin mereka ada di antara anggota keluarga kita. Mungkin mereka adalah kawan bisnis di kantor Anda. Atau mungkin mereka adalah teman-teman di sekolah kita. Mungkin juga mereka adalah tetangga di kanan dan kiri rumah kita.
Mari kita ciptakan kegirangan sorgawi di hati para malaikat dengan selalu siap sedia memberitakan Injil pada segala waktu dan berharap pada kasih karunia Allah untuk menganugerahkan karya keselamatan-Nya pada mereka semua. Kiranya Tuhan menyertai Anda sepanjang waktu dan memberikan kesempatan dan keberanian untuk memberitakan kabar sukacita-Nya di lingkungan terdekat Anda. Haleluya!
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Senin, 01 November 2010
Ternyata Mereka Lebih Kaya
Sent to you by Debora via Google Reader:
Suatu hari, seorang ayah yang sangat kaya raya mengajak anak istrinya untuk berlibur di sebuah pedesaan terpencil yang jauh dari keramaian. Untuk mencapai desa tersebut mereka harus menyeberang sebuah sungai yang sangat deras dengan meniti sebuah jembatan ala kadarnya yang tersusun dari balok-balok kayu.
Otomatis, di desa itu tidak ada hotel berbintang atau akomodasi lengkap yang biasanya mereka dapati bila menginap di tempat wisata. Untuk tempat tinggal, sang ayah memilih sebuah keluarga petani sederhana. Di sana mereka ikut bekerja dengan memerah susu sapi, memandikan kerbau, ikut bercocok tanam, mandi di sungai, dan lain-lain. Pokoknya semua kebiasaan dan kegiatan masyarakat setempat, mereka ikuti.
Sepulangnya dari tempat itu, sang ayah bertanya kepada anaknya.
Ayah: "Bagaimana dengan perjalananmu ?"
Anak: "Wah…… luar biasa sekali, Pa!"
Ayah: "Apa yang kamu dapatkan dari perjalanan kita ini?"
Anak: "Aku melihat sebuah kenyataan bahwa kita hanya memiliki seekor anjing sedangkan mereka memiliki 4 ekor anjing. Kita memiliki sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman sedangkan mereka memiliki sungai yang tidak ada batasnya. Kita memasang lampu-lampu taman yang dibeli dari luar negeri sedangkan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka memiliki tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita sedangkan mereka melayani diri sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan sedangkan mereka tidak perlu membelinya karena mereka menanamnya. Kita memiliki dinding dan satpam yang berjaga-jaga selama 24 jam sedangkan mereka memiliki teman-teman yang menjaga kehidupan mereka."
Mendengar penjelasan anaknya ini, mata sang ayah berkaca-kaca dan tak mampu berkata apa-apa. Dalam hatinya berkata "Anakku sungguh bijaksana, sekarang aku tidak takut untuk melepaskannya ke market place." Tak berapa lama, sang anak berkata, "Terima kasih, Pa. Akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."
PESAN MORAL: Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi dengan apa yang kita tidak miliki. Seringkali kekurangan seseorang akan menjadi anugerah bagi orang lain, dan kelebihan seseorang akan menjadi anugerah bagi orang lain lagi. Mengucap syukur dalam segala hal mendatangkan kebaikan atas diri kita.
"Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kolose 3:17)
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
(Sumber: TDmail)
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Kamis, 28 Oktober 2010
Kesaksian Gereja Bethany Batam: "Ledakan bom, memberi Mujizat Besar!"
Sent to you by Debora via Google Reader:
Tidak seperti biasa pada tahun-tahun sebelumnya kami merayakan Natal dibulan Nopember dan diselenggarakan ditempat terbuka yang biasanya dipadatisekitar 1000 jemaat. Kali ini tempat yang sama tidak dapat digunakan, satu-satunya altenatif hanyalah 'Carnaval Mall' berkapasitas 1500 kursi, dimana selama ini ibadah raya kami selenggarakan. Mengantisipasi keterbatasan kapasitas gedung, kami memilih tgl 24 Desember dengan pertimbangan setiap gereja ada kebaktian, sehingga jemaat tidak terkonsentrasi di kebaktian kami, itu pun kami terpaksa memaksimalkan kapasitas menjadi 2000 kursi dan menyelenggarakan dlm dua sesi yaitu : pk 17.00 - pk 19.30 dan pk 20.00 - pk 22.30. An Unexpected Christmas Gift.
Seperti yg diperhitungkan ibadah pertama penuh sesak dan berakhir dgn baik, ternyata kami kurang memperhitungkan selisih waktu yg singkat sehingga arus jemaat keluar dan yang sudah menanti masuk membuat para Usher kewalahan. Nampaknya situasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh para 'pembunuh' itu untuk menyusupkan 3 bingkisan maut itu. Dua buah diletakan 2 meter dari pintu dan hanya berjarak 50 cm dari deretan kursi yg dipadati jemaat. Dekat pintu inilah tempat ideal para ibu memarkir kereta-kereta bayinya. Yang ketiga dengan daya ledak amat tinggi dalam sebuah 'travel bag' diletakan tepat dibawah kursi ditengah ruangan. Dengan penuh perhatian jemaat mengikuti acara demi acara.
Journey Through The Valley Of Death
Waktu menunjukan kira-kira pk 21.00, terlihat 3 orang pria berdiri dari kursi yg saling berjauhan dan meninggalkan ruangan. Para Usher tidak menaruh curiga sedikitpun," Mungkin mereka ke WC ", pikir mereka. Melihat ada yang keluar beberapa ibu mendapat peluang menggendong bayi mereka dan berjalan keluar mencari udara segar sambil menidurkan bayinya. Kurang dari 10 menit setelah itu, tiba-tiba sebuah dentuman menggelegar, belum sempat sadar apa yang terjadi, selang beberapa detik disusul dentuman berikutnya yang lebih keras. Keduanya berasal dari arah pintu. Lidah api setinggi 5 meter bercampur asap amat tebal menyembur keatas dan ketengah jemaat. Ruangan gelap pekat, bau mesiu sangat menyengat, jeritan histeris ribuan jemaat bercampur baur, tidak dapat dibedakan antara jeritan doa, ketakutan, bahasa lidah serta himbauan-himbauan para pelayan untuk tetap tenang. "BOM !!!" "Api !!!" "Lari !!! " Hiruk pikuk ditengah kegelapan ribuan jemaat berdesakan mencapai pintu keluar. Saya dan semua pekerja dengan susah payah berusaha menenangkan dan mengarahkan jemaat menuju pintu, walaupun napas terasa mulai sesak menghirup asap, sementara itu saya mendekap kuat-kuat seorang anak perempuan ( 5 th ) yang tadi duduk disamping saya yg nyaris terinjak-injak. Bersamaan dgn itu, saya menyadari bahwa itu BOM, Nahum 1:3 muncul : "Tuhan berjalan dalam puting beliung dan badai ". Saya berbisik dalam hati : "Yes, Tuhan ada disini, ini bukan musibah tapi mujizat . Tiba-tiba saya merasakan seperti suatu aliran air yang sejuk mengalir dari benak sampai kehati, suatu ketenangan yang luar biasa sehingga tidak sempat berpikir berapa yang mati. Ketika itu juga lampu berhasil dinyalahkan, ditengah pekatnya asap, samar-samar saya melihat jemaat yg masih panik saling dorong menuju pintu keluar. Saya bergumam, Puji Tuhan tidak kebakaran! Diluar ruangan terdengar isak tangis jemaat yang saling mencari dan menjumpai kerabat mereka tidak cedera. Saya dan para Diaken tetap bertahan sampai semua jemaat berhasil keluar dan asap berangsur- angsur menipis. Samar-samar saya mulai melihat ruangan yg porak-poranda, dinding yang hancur, sambil mencari kalau-kalau ada yang pingsan, cedera atau korban, Haleluya ternyata tidak ada! Saya memerintahkan beberapa pelayan untuk mendata jemaat diluar, apakah ada yg memerlukan pertolongan dokter dan saya mendapat laporan sebagai berikut : Satu orang anak gadis pingsan diluar karena shock, tapi sudah sadar. Satu orang Diakon yang duduk tepat 50 cm dari BOM yg meledak, roknya terbakar sebelah sisi namun hanya beberapa bintik kecil di bagian betis akibat percikan api dan telingga kanan tidak bisa mendengar dan mengeluarkan sedikit darah. Sudah diperiksa dokter dan dinyatakan akan pulih kembali dalam 2-3 hari. Seorang ibu muda yang duduk dibaris depan, jauh dari sumber ledakan ketika sedang berusaha membantu menenangkan jemaat, terdorong dan menderita luka dibagian betis. Seorang Diaken yang berdiri 1 m, membelakangi BOM, jasnya terkoyak-koyak dibagian punggung dan ketiak kanan namun kemejanya sedikitpun tidak ada tanda api, apalagi terluka, hanya telinganya yang masih berdengung.
Melihat kondisi ruangan serta beberapa kursi plastik yang terkoyak-koyak dan jilatan api kearah jemaat, sangatlah mustahil tidak ada korban jiwa. Tapi bagi Allah tidak ada yg mustahil, Haleluya ! The Invisible Helping Hand. Ternyata mereka yang duduk tepat diseputar ledakan menyaksikan, pada detik ledakan itu mereka merasakan suatu tenaga besar melemparkan mereka ketengah sesaat menjelang kursi mereka disambar api, melayang dan dirobek-robek letusan. Disamping itu, akibat letusan, dinding roboh kearah luar dan tidak menimpa jemaat. Atap spandek yg berjarak 7-8 m dari lantai terlihat berlobang - lobang dgn diameter 1 cm - 20 cm. Dan yang lebih ajaib lagi isi BOM yg berupa serpihan-serpihan besi, gotry dan baut itu berhamburan diseluruh ruangan tanpa menyentuh jemaat, entah lewat mana mereka terbang.
Team Gegana dari Sorga.
Segera setelah keadaan memungkinkan dan polisi telah memasang pitakuningnya, para pelayan saya perintahkan untuk mengumpulkan dan mengamankan barang-barang jemaat yang berceceran, mulai dari sepatu, tas, handphone, Alkitab, dan lain-lain. Dengan sigap dan cepat kami bergerak menimbun semuanya keatas panggung, lalu menggulung bersama-sama dgn kain layar panggung, lalu dilemparkan ke dalam salah satu stand/toko milik jemaat digedung yang sama untuk dititip disana. Tanpa disadari ternyata diantaranya terdapat sebuah 'travel bag' merah berisi BOM berkekuatan besar dengan timer yang sudah diaktifkan, tapi tidak meledak karena timernya berhenti menjelang waktu yang sudah di set, hal ini baru diketahui keesokan harinya ketika diteliti oleh team gegana Polri. Ternyata malam itu Yesus kirim team gegana dari Sorga menahan jarum timer yang terus berjuang sepanjang malam untuk mencapai waktu ledaknya.
Mujizat Apa Lagi ! Pagi harinya tgl 25 Desember setelah berdoa, saya menuju kamar mandi sambil terus bertanya-tanya, Tuhan apa yang harus saya lakukan dihari Natal ini? Kebaktian yg direncanakan pk 09.00 tidak bisa diselenggarakan sebab disamping gedung masih porak-poranda dan ditutup Polisi, tentulah jemaat pun masih trauma peristiwa semalam. Pk 08.15 beberapa fulltimer dan Diaken tiba di lokasi, mengenakan T.Shirt, mereka berpikir akan kembali mencari kalau-kalau masih ada barang yang tercecer. Betapa terkejutnya ketika melihat jemaat mulai mengalir datang untuk siap beribadah. Saya pun kaget ketika mereka menelpon saya: "Pak, jemaat penuh sesak, apa yg harus kami lakukan?" Pertanyaan yang sama terpaksa saya forward ke Sorga. Sambil meluncur menuju 'Carnaval Mall', Roh Kudus mengingatkan percakapan saya dengan Gembala Pembina kami. Takalah saya melaporkan kejadian itu semalam, diakhir laporan saya berkata: "Pak Niko, tolong doakan agar jemaat tidak gugur imannya". Tapi dengan yakin beliau menjawab: "Pak Hanny akan lihat, tidak bakalan mereka ciut tapi justru akan semakin militan". Dalam hati saya berpikir, apa iya? Bagaimana dengan jeritan-jeritan histeris ketakutan semalam? Tiba-tiba muncul satu kalimat pendek dalam hati: "Kebaktian harus ada, hubungi Kasat Serse, minta diijinkan menggunakan ruangan". Dan benar, saya mendapat jawaban bahwa gedung akan dibuka sekaligus pengamanan segera dikirim. Diatas puing-puing dan linangan air mata haru, jemaat mulai mengangkat tangan dalam pujian penyembahan dan doa syukur diiringi musik seadanya kami tenggelam dalam kekaguman akan kuasa dan kebaikan Tuhan. Belum pernah kami rasakan hadirat Tuhan yang mendekap kami seintim itu. Mengawali kebaktian, Roh Kudus mendorong saya bertanya siapa yang kemarin hadir dalam ibadah Natal pertama? Beberapa tangan terangkat, siapa yang menghadiri kebaktian kedua saat BOM meledak? Ternyata 90% tangan terangkat ! Tidak tahan, saya langsung menangis dihadapan Tuhan. Kembali kami bertanya: "Apa yang membuat mereka tidak takut? Seorang jemaat (wanita) spontan menjawab: "Sebab saya ingin melihat mujizat besar apalagi yang akan Tuhan tunjukan kepada kami". Mendengar jawaban itu, Roh Kudus berbisik: "Perhatikan Keluaran 20:18-21, seperti orang Israel takalah mendengar guruh yang sabung-menyabung akan ketakutan dan berdiri jauh-jauh, sementara Musa yang pernah jumpa Tuhan lewat semak yang terbakar justru datang mendekat, demikian pun mereka yang hanya mendengar tentang kuasa dan mujizat yang telah Kulakukan jadi ketakutan, tapi mereka yang telah mengalami kuasa-Ku, justru semakin haus akan Aku ". Amin.
Selesai ibadah, saya memerintahkan semua barang yang ditemukan dipindahkan ke kantor Sekretariat dan menganjurkan jemaat mencari barangnya disana. Ketika barang-barang itu sedang diangkut ke mobil, "Tas Maut" yang berat itu terjatuh dan menggelinding, merasa curiga karena beratnya, seorang pendoa coba membuka, "Astaga!" Ia menjerit: "BOM, BOM, BOM!!!" dan terpaku ditempat. Seorang pemuda yg berdiri disampingnya tiba-tiba dihinggapi 'The Spirit Of Holi Boldness', menyambar tas maut tersebut, lalu berlari secepat Cheetah kelapangan parkir berjarak 150 m dan meletakan perlahan-lahan bingkisan maut itu diatas rumput, kemudian lari menjauh. Saat itu saya tiba-tiba tidak sadar apa yang sedang saya lakukan kecuali bahwa saya harus meletakan benda itu perlahan-lahan ". Demikian ujar anak muda itu sambil meneteskan airmata dan gemetar.
Setelah diteliti team Gegana Polri, BOM itu dinyatakan sedang aktif, demikian pun timernya. Engan mengambil resiko, Polisi kemudian meledakannya ditempat. Menurut keterangan Polisi, daya BOM yg satu ini berdaya ledak tinggi, cukup untuk merobohkan gedung dan membunuh seketika makluk yang berada pada radius 150 m. Kami semakin kagum, sungguh dasyat Yesus kita, Mazmur 46 kami alami. Tidak dapat dibayangkan jika BOM itu meledak semalam, 2000 tubuh anak Tuhan bergelimpangan, tercabik dan berkubang darah, menjadi cibiran orang dunia. Tapi syukur kepada Tuhan yang membela nama-Nya. Iblis ingin mempermalukan nama-Nya tetapi justru sebaliknya yang terjadi. Hari itu juga berita mujizat itu dikumandangkan langsung oleh pihak kepolisian pada sidang darurat DPRD Batam bersama seluruh pemuka agama dan Muspida se kodya Batam. Haleluya, itulah mujizat besar berikutnya yang kami saksikan dihari Natal ini. Khotbah 1 Menit. Kebaktian Natal yang kedua ini sungguh amat luar biasa, betapa tidak, yang menjadi pembicara adalah Tuhan Yesus sendiri selama 1 menit dan message utama yang kami tangkap adalah goncangan tahun 2001 semakin dasyat, maut ada dimana-mana tetapi jangan takut sebab gereja Tuhan yang selalu intim dengan-Nya akan disertai dengan terang Kemuliaan-Nya yaitu: Kabod dan Doxa, perlindungan, kuasa dan kemurahan sehingga gereja Tuhan akan menjadi kota perlindungan bagi segala bangsa. Haleluya!
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
(Sumber: gpdimaranatha.org)
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Rabu, 27 Oktober 2010
Mengapa TUHAN?
Sent to you by Debora via Google Reader:
Protes kepada Tuhan seperti ini memang sudah sering aku dengar. Dalam Kitab Suci orang-orang semacam ini diwakili oleh Ayub. Dia protes pada Tuhan bahkan sampai mempertanyakan mengapa dia harus dilahirkan bila hanya untuk menderita. Lebih baik dia mati dalam kandungan. Ayub sadar akan kekuasaan Allah yang sangat besar maka Dia dapat berlaku apa saja terhadap ciptaanNya. Dia kejam dan selalu mengawasi manusia sehingga bila salah sedikit saja maka akan dihukumNya. Dia tidak bisa dibantah dan manusia tidak akan menang melawanNya. Dalam rasa frustasi Ayub mempertanyakan lalu buat apa Allah menciptakan manusia bila akhirnya dihancurkan? "Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali?" (Ayub 10:8-9).
Banyak orang mempertanyakan Allah ketika dia mengalami penderitaan. Mereka protes akan situasi hidup yang dialami dan berujung pada pertanyaan tentang keadilan Allah. Orang mulai membandingkan dengan situasi orang lain. Mengapa orang jahat dan sudah tua tapi terhindar dari segala penyakit sedangkan yang masih muda, baik dan dibutuhkan oleh anak-anaknya harus menghadapi kematian yang begitu cepat? Apakah Allah adil dalam tindakanNya ini? Memang keadilan Allah tidak sama dengan keadilan manusia. Dalam perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur, tuan pemilik kebun anggur membayar yang sama terhadap orang yang bekerja dari pagi maupun yang bekerja satu jam saja. Ketika orang protes maka jawabannya,"Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati." (Matius 20:15). Andai temanku bertemu Allah dan dia protes padaNya mungkin jawaban Allah "Bukankah Aku bebas memberi hidup sesuka hatiKu? Atau iri hatikah engkau karena Aku murah hati?"
Kasih Allah memang tidak terbatas pada orang baik. "Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar."(Matius 5:45). Kasih semacam inilah yang tidak kita pahami. Kita meyakini adanya pahala dan petaka. Orang baik akan mendapat pahala sedangkan orang jahat akan mendapat petaka. Maka bila ada orang yang dianggap baik atau merasa diri baik mengalami penderitaan, dia akan kecewa pada Allah yang dianggap tidak adil. Allah dianggap tidak memperhitungkan apa yang sudah dilakukan di dunia.
Allah adalah misteri. Segala keputusannya adalah misteri, sesuatu yang gelap bagi kita. Kita protes sebab merasa diri tahu akan kehendak Allah atau merasa diri berjasa pada Allah. Untuk itu sebenarnya dibutuhkan kerendahanhati bahwa kita hanyalah hamba Allah. Hamba yang menerima apa yang ditentukan Allah. Menerima segala sesuatu yang dari Allah dengan pasrah. Ayub pun pada awalnya berusaha berserah, "TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN." (Ayub 1:21). Mungkin juga Allah hendak menjadikan kita sebagai teladan. Seperti Yesus yang tetap setia meski harus menderita. Atau mungkin kita juga dijadikan sarana bagi Allah untuk menunjukkan belas kasihNya. Ketika para murid mempertanyakan salah siapa sehingga ada orang buta, maka Yesus menjawab "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." (Yohanes 9:3). Dengan adanya penderitaan karya Allah semakin nyata. Tapi semua misteri Allah. Kita hanya mampu berdoa seperti Maria, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38)
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
(Sumber: Y. Gani)
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Sabtu, 23 Oktober 2010
Kapan Melihat Sorga?
Sent to you by Debora via Google Reader:
Bacaan Firman TUHAN: Yohanes 1:47-51
Dua murid yang bernama Filipus dan Natanael saling mengenal satu sama lain. Keduanya berasal dari Galilea. Mereka tentunya mengenal dengan baik keadaan Nasaret, desa yang tidak terkenal itu. Itulah sebabnya muncul sindiran dari mulut Natanael, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret? (ayat 46). Filipus berasal dari Betsaida (rumah para nelayan) tidak mau berbantah-bantahan, maka ia hanya mengajak Natanael, "Ayolah, datanglah dan lihatlah sendiri."
Natanael terkejut ketika Yesus menyapanya, "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya." (ayat 47b). Lho kok tahu gue ya? begitu pikir Natanael. Yesus langsung menimpali, "Sebelum Filipus memanggil engkau. Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." (ayat 48). Memang tidak diberitahukan kepada kita apa yang dibuat Natanael di bawah pohon ara. Mungkin dia baru saja berdoa, atau mungkin baru sama mencari katak. Yang jelas, kata-kata Yesus itu membangkitkan iman Natanael. "Rabbi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel." (ayat 49). Seruan iman itu membuktikan bahwa Natanael memang seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalam hatinya.
Kata Yesus selanjutnya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." (ayat 51). Perkataan Yesus itu mengingatkan kita pada kisah Yakub yang bermimpi tentang sebuah tangga yang menghubungkan bumi dan langit, dimana malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu (Kejadian 28:12-13).
Memang benar, langit itu terbuka dan sabda turun ke bumi, dan telah menjadi daging dalam diri Yesus. Begitu dekatnya sorga dan bumi, karena Allah sudah ada di antara kita. Bila kita percaya kepada Yesus yang adalah Allah Putra dan manusia menghayati kasih yang diajarkan-Nya, sorga akan semakin nampak di bumi. Saat itulah kita melihat sorga.
YESUS KRISTUS mengasihi Anda..
(Sumber: Y. Iswarahadi, SJ)
Things you can do from here:
- Subscribe to Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites